Kamis, 08 November 2012

curuk binorong - agrowisata pagilaran kabupaten batang.

Sastra Indonesia Modern Mulai Berkembang Sekitar 1920-an

Sastra Indonesia Modern Mulai Berkembang Sekitar 1920-an
Ada beberapa pendapat yang berbeda terkait awal mula sastra Indonesia modern. Slametmuljana, Umar Junus, Nugroho Notosusanto, dan Ajip Rosidi memiliki pendapat masing-masing. Akan tetapi, banyak yang menyetujui bahwa. sastra Indonesia modern mulai berkembang sekitar 1920-an. Mengapa?
Karena, pada tahun 1920-an karya sastra modern mulai mencakup seluruh masyarakat Indonesia. Dan pengarang-pengarang karya sastra tidak lagi terbatas pada orang-orang melayu saja, melainkan sudah banyak pengarang-pengarang dari berbagai daerah di Indonesia. Alasan lain mengapa karya sastra Indonesia modern mulai berkembang pada tahun 1920-an adalah, karena mulai tahun 1920 –an karya-karya sastra mulai menyinggung soal politik dan nasionalisme bangsa Indonesia. 
Sastra Indonesia modern adalah karya sastra yang karya sastranya tidak hanya diciptakan dari orang-orang melayu saja, melainkan sudah berkembang keseluruh wilayah indonesia, ruang lingkup sastra modern juga lebih luas dari pada sastra sastra lama, hampir seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati berbagai karya sastra, berbeda dengan sastra lama yang sebagian besar dibuat oleh pengarang-pengarang dari melayu dan ruang lingkup yag sempit.
Sastra Indonesia Modern Mulai Berkembang Sekitar 1920-an


Rabu, 07 November 2012

contoh proposal program kreativitas mahasiswa


KAMPUNG BAHARI STORE : PENGEMBANGAN USAHA PEMASARAN KRUPUK IKAN PRODUKSI MASYARAKAT NELAYAN 
DESA PURWOREJO, DEMAK (SOCIAL ENTERPRENEURSHIP)
BIDANG KEGIATAN
PKM-K (Kewirausahaan)
Diusulkan oleh :
Nur Inayah 2111411015 2011
Shikhah Amna 2101409073 2009
Rahayu Ningrum 2101409065 2009
Liliek Handoko 2101409038 2009
Noviana 7101409264 2009
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2012

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan
KAMPUNG BAHARI STORE : PENGEMBANGAN USAHA PEMASARAN KRUPUK IKAN PRODUKSI MASYARAKAT NELAYAN  DESA PURWOREJO, DEMAK (SOCIAL ENTERPRENEURSHIP)
2. Bidang Kegiatan  :   PKMK
3. Ketua Pelaksana Kegiatan 
a. Nama Lengkap  Nur Inayah
b. NIM : 2111411015
c. Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia
d. Universitas : Universitas Negeri Semarang
e. Alamat Rumah  : Masin gg 3 Rt 4 Rw 2 Kec. Warungasem, Batang
f. No. Hp : 081542954819
4. Alamat Email/ inayah194@rocketmail.com
5. Anggota Pelaksana 4 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap  : U’um Qomariyah, S.Pd, M.Hum
b. NIP 198202122006042002
c. Alamat Rumah  Banaran R5 Rw 5 GunungpatiSemarang
d. No. Hp : 081325019092 
7.   Biaya Kegiatan Total 
a. DIKTI : Rp  9.321.000,00
b. Sumber lain : ---
  8.  Waktu Pelaksanaan  3 Bulan
Semarang, 4 November 2012
Menyetujui,
Ketua Jurusan BSI
a.n Sekretaris Jurusan  Ketua Pelaksana Kegiatan
Sumartini, S.S.M.A Nur Inayah
NIP 197307111998022001 NIM 2111411015
Pembantu Rektor III                 Dosen Pendamping
Prof.Dr. Masrukhi, M.Pd. U’um Qomariyah, S. Pd, M.Hum
NIP 19620508 1988031002 NIDN 0012028204
A. JUDUL
KAMPUNG BAHARI STORE: PENGEMBANGAN USAHA PEMASARAN KRUPUK IKAN PRODUKSI MASYARAKAT NELAYAN DESA PURWOREJO, DEMAK (SOCIAL ENTERPRENEURSHIP).
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia merupakan negara maritim dari gugusan terpanjang dan terluas di dunia (Koentjaraningrat, 1998:1).  Indonesia memiliki 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 kilometer dan dan memiliki potensi sumber daya pesisir dan kelautan yang besar (Bengen, 2002). Sebanding dengan luasnya wilayah kelautan Indonesia, produksi ikan juga melimpah dan tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan data dari Departemen Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia produksi ikan tangkap di Indonesia pada tahun  2012 mencapai 5,196 juta ton. Dengan produksi ikan yang besar ini Indonesia menempati posisi keempat sebagai penghasil ikan tangkap terbesar di dunia. Potensi hasil kelautan yang besar ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan potensi lestari sumber daya ikan (SDI) laut Indonesia sekitar 6,4 juta ton per tahun atau 7,5 persen dari total potensi lestari ikan laut dunia (diunduh dari http://www. scribd. com/ doc/25881332/2-Produksi-Perikanan-Tangkap).  Daerah penghasil ikan di Indonesia antara lain Maluku, Jawa Tengah, Lampung, Kalimantan Selatan dan banyak lagi daerah lainnya yang mempunyai potensi besar di bidang kelautan. Sumber daya ikan yang besar ini dapat diolah menjadi beraneka macam produk olahan oleh  masyarakat pesisir sehingga dapat bernilai jual lebih tinggi dan dapat berujung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Desa Purworejo merupakan salah satu desa pesisir yang terdapat di kabupaten Demak. Di desa ini para ibu-ibunya sudah banyak yang terampil memanfaatkan ikan menjadi produk krupuk ikan. Namun, selama ini mereka hanya memasarkannya secara terbatas dan terkadang malah hanya dikonsumsi sendiri. mengaku kesulitan jika harus memasarkan produknya sendiri. Mereka membutuhkan suatu wadah yang dapat menampung aneka produk yang mereka hasilkan. Kesulitan pemasaran inilah yang menjadi kendala bagi mereka untuk berkembang dan tidak sedikit juga yang akhirnya tidak meneruskan usahanya. Selain itu kerupuk yang mereka jual juga belum memiliki merek sehingga produk ini dianggap kurang bergengsi di kalangan masyarakat.
Di Indonesia kerupuk merupakan sajian yang hampir selalu hadir dalam hidangan makan masyarakat. Bisa dikatakan mengkonsumsi kerupuk sudah menjadi budaya di Indonesia. Banyak sekali jenis bahan baku untuk membuat kerupuk. Contohnya kerupuk dari tahu, kerupuk ikan tenggiri , kerupuk terasi, kerupuk kedelai dan lain sebagainya
Sebagian dari masyarakat Indonesia ada yang tidak suka mengkonsumsi ikan. Padahal gizi yang terkandung dalam ikan dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu cara untuk mengganti gizi yang diperlukan tubuh tersebut yang terkandung dalam ikan adalah mengkonsumsi minyak ikan.  Minyak ikan merupakan salah satu bahan yang sangat mudah kita temukan. Salah satu jenis minyak-minyakan ini bukan berarti untuk menggoreng melainkan dapat dikonsumsi menjadi obat. Minyak ikan banyak sekali fungsi dan manfaatnya karena mengandung (1) sumber lemak yang rendah kolesterol; (2) asam lemak omega-3; (3)vitamin A dan D; (4) menghindari kebutaan; (5) asam lemak omega-3 jamak. Dari kandungan minyak ikan tersebut terdapat banyak sekali kebaikan dalam minyak ikan. 
Berdasarkan latar belakang tersebut dan melihat potensi kami bermaksud membuat sebuah store yang akan memasarkan produk krupuk ikan yang dihasilkan masyarakat desa Purworejo. Usaha ini akan bergerak di bidang pemasaran dan branding  produk krupuk ikan. Merk (brand) yang akan digunakan adalah “kampung bahari”. Gerai ini akan dikembangkan dengan konsep bisnis sosial (sosialpreneurship).
Usaha pemasaran kerupuk dengan pendekatan pemasaran social enterpreneurship yang diproduksi oleh kampung bahari diharapkan dapat menyempurnakan produk tersebut dan memberikan solusi bagi masyarakat terhadap masalah pemasaran kerupuk dan dapat meningkatkan lapangan kerja di kampung bahari.
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan dapat dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut :
1.  Bagaimana gambaran pengembangan usaha  ”Kampung Bahari Store” itu?
2.  Apakah keunggulan Kampung Bahari Store ?
3.  Bagaimana strategi pemasaran Kampung Bahari Store ?
D. TUJUAN PROGRAM
Program yang kami tawarkan adalah sebuah program pengembangan pemasaran yang diharapkan dapat menjadi sebuah solusi terhadap permasalahan di negeri ini. Adapun tujuan-tujuan yang kami susun antara lain:
1. Menjelaskan gambaran pengembangan usaha “Kampung Bahari Store”.
2. Mengetahui keunggulan “Kampung Bahari Store” sebagai pengembangan usaha pemasaran kerupuk.
3. Menjelaskan cara pemasaran “Kampung Bahari Store” sebagai usaha pemasaran.
E. LUARAN PROGRAM YANG DIHARAPKAN
Dengan adanya pemasaran produk kreatifitas mahasiswa berupa “Kampung Bahari Store” pengembangan usaha pemasaran kerupuk ini diharapkan dapat diperoleh luaran sebagai berikut: 
1. Pengembangan usaha pemasaran kerupuk ikan “kampung bahari” yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Managemen pemasaran “Kampung Bahari Store” yang baik dan tepat sasaran.
3. Peningkatan pendapatan bagi mahasiswa sehingga bisa menjadi insan yang mandiri.
F. KEGUNAAN PROGRAM
Adapun kegunaan program yang diperoleh adalah :
1. Meningkatkan distribusi kerupuk ikan “kampung bahari” karena memudahkan produsen dalam pemasaran
2. Meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
3.  Meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan kewirausahaan
G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
1. Analisis Produk 
a) Jenis, Nama Produk, dan Karakterisrik Produk 
Produk yang akan dihasilkan dalam usaha ini adalah kerupuk ikan ‘kampung bahari” berbahan dasar ikan yang mempunyai kandungan nilai gizi pengganti gizi dalam ikan baik yang sudah diolah maupun bahan setengah jadi. Krupuk ini merupakan hasil produksi dari masyarakat Desa Purworejo sehingga usaha ini merupakan usaha yang bergerak di bidang sosialpreneurship sehingga dapat membantu masyarakat memasarkan produk krupuk ikan produksinya. Alasan lain adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan yang jumlahnya melimpah di Desa Purworejo. 
Karakteristik dari produk ini adalah kerupuk dengan bentuk bulat dan berwarna alami, putih pekat. Kerupuk ikan “kampung bahari” ini memilki cita rasa yang khas dan gurih sehingga cocok untuk dijadikan teman makan maupun camilan. Produk ini diharapkan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat dari berbagai status sosial terutama golongan orang masyarakat menengah ke bawah yang jarang sekali mengkonsumsi ikan. 
b)  Keunggulan Kerupuk Ikan Berbahan Ikan
Keunggulan  kerupuk yang berbahan minyak ikan adalah: 
Krupuk ini mengandung nilai gizi yang tinggi sebagai pengganti mengkonsumsi ikan.
Produk yang dihasilkan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan dan  berbeda dari kerupuk pada umumnya.
2. Prospek Pengembangan Bisnis 
Usaha ini  merupakan usaha yang bergerak di bidang pemasaran produk krupuk ikan “kampung bahari” hasil olahan masyarakat yang selama ini hanya dijual secara terbatas bahkan hanya dikonsumsi sendiri padahal krupuk ini sangat ini dan memiliki peluang pasar yang bagus. Kegiatan kewirausahaan ini dimulai dari produksi krupuk ikan “kampung bahari” yang dilakukan di masyarakat nelayan DesaPurworejo yang menjadi produsen kami. Kemudian kami akan memberikan merk dan memasarkannya secara luas sehingga dapat meningkatkan nilai jualnya dan lebih dikenal oleh masyarakat. Krupuk ikan “kampung bahari” ini merupakan produk makanan yang dapat dijangkau untuk semua golongan masyarakat dan tetap mengandung nilai gizi. Usaha ini merupakan bentuk usaha yang dapat menghasilkan laba serta mempunyai nilai sosial meningkatkan konsumsi gizi bagi masyarakat menengah ke bawah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi produsen usaha ini. Harapan selanjutnya, kampung bahari store tidak hanya menjual produk krupuk ikan “kampung bahari” saja tapi juga produk olahan ikan yang lain seperti abon ikan, aneka cemilan olahan hasil laut dan lain-lain yang diproduksi olah masyarakat. Usaha ini diharapkan  dapat menjadi tawaran solusi bagi masyarakat dalam memasarkan produk-produknya.
Secara ringkas prospek pengembangan bisnis ini dapat digambarkan melalui skema Business Model sebagai berikut:
Gambar 2: Business Model of Kampung Bahari Store
3. Peluang Pasar
Di Indonesia memang sudah banyak berdiri pabrik-pabrik kerupuk yang menyajikan beraneragam jenis kerupuk dan variasi rasa. Akan tetapi produk krupuk ikan “Kampung Bahari” mempunyai nilai gizi serta memiliki harga jual yang ekonomis yang mampu dikonsumsi oleh semua kalangan namun tetap branded. Di samping itu juga mempunyai rasa yang enak dan tidak kalah dengan produk-produk kerupuk lainnya. Produksi krupuk ikan “kampung Bahari” ini juga berdasar pada usaha home industri masyarakat yang pemasarannya dapat dilakukan melalui dari lingkungan sekitar.
4. Media Promosi yang Akan Digunakan
Untuk menunjang proses pemasaran produk yang dihasilkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan produk ini ke masyarakat luas antara lain dengan penggunaan media pamflet, leaflet, brosur, dan spanduk yang dipasang di tepi jalan yang strategis. Selain itu juga ditambah media promosi melalui web. Dengan penggunaan media ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan mengetahui minat mereka terhadap produk ini.
5. Strategi Pemasaran yang Akan Diterapkan
Strategi Pemasaran yang digunakan dalam usaha aplikasi pengamanan laptop hilang menggunakan analisis bauran pemasaran:
a. Kebijakan Produk
Usaha ini bergerak dalam bidang branding dan distribusi. Jenis produk yang dihasilkan berupa produk olahan ikan yaitu krupuk ikan “Kampung Bahari”.
b. Kebijakan Harga
Selama masa promosi (satu minggu pemasaran) pelanggan akan diberikan potongan harga atau diskon yaitu sebesar 25% dari harga sebenarnya untuk aplikasi pengamanan laptop hilang ini. Dengan kebijakan ini diharapkan semua masyarakat bisa menggunakan aplikasi yang satu ini sekaligus sebagai bagian dari promosi.
c. Kebijakan Promosi
Untuk meningkatkan hasil penjualan, maka perlu dilakukan promosi. Bentuk promosi yang kami gunakan diantaranya melalui penyebaran pamflet, brosur dan leaflet di pasar dan toko-toko kelontong serta pusat oleh-olah khas Demak, pemasangan spanduk pada jalur strategis dan pusat keramaian serta mreengikuti pameran-pameran UMKM hasil produk masyarakat. Selain itu kami juga menggunakan media promosi berbasis web. Sistem penjualan yang digunakan yaitu penjualan tunai.
d. Kebijakan Distribusi
Distribusi hasil produksi yang akan kami lakukan untuk memperkenalkan krupuk “kampung bahari” kepada masyarakat diantaranya:
1. Mendirikan stand penjualan di tempat yang telah kita sewa sebelumnya.
2. Distribusi hasil produksi kepada para konsumen dilakukan secara langsung di tempat usaha maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menawarkan kerja sama ke berbagai warung, toko-toko kelontong, toko-toko sembako, para pedagang di pasar, dan penjualan melalui sosial media. Semua produk yang kita titipkan akan selalu dikontrol setiap dua hari sekali. 
6. MANAGEMEN GEMA STORE
Kampung Bahari Store adalah toko yang didirikan khusus untuk memasarkan produk krupuk ikan “Kampung Bahari” kepada konsumen. Gema store didirikan oleh lima orang mahasiswa UNNES sebagai pioneer atau founder dari usaha branding dan pemasaran produk olahan masyarakat desa Purworejo ini.
Dibawah ini adalah skema manajemen Kampung Bahari store.
Gambar 3: Skema Manajemen Kampung Bahari Store
7. Rencana Produksi Selama 3 Bulan
Berikut ini adalah analisis keuangan produksi dan pemasaran krupuk ikan “Kampung Bahari”.
Rencana produksi Kampung Bahari Store selama 3 bulan adalah sebagai berikut :
a. 1 hari : 25
b. 1 minggu : 25 x 7 hari = 175
c. 1 bulan : 25 buah x 30 = 750
d. Total penjualan produk  selama 3 bulan = 2.250
1. Analisis Keuangan
Tabel 1 investasi awal
No
Nama Barang
Harga @ (Rp)
Total harga(Rp)
1.
Kas
800.000
800.000
2.
Perlengkapan Toko
  500.000
  500.000
3.
Peralatan Toko
1.500.000
1.500.000
4.
Sewa tempat (per tahun)
1.200.000
1.200.000
5.
Sewa laptop dan printer
1.500.000
1.500.000
Total
6.000.000
Tabel 2 Penyusutan aktiva/bulan
No
Nama aktiva
Umur Ekonomis (tahun)
Penyusutan perbulan (Rp)
1
Tempat/Toko
5
100.000
2
Dekorasi toko
1
50.000
3
Laptop&printer
2
50.000
4
Peralatan Toko
3
50.000
Total
250.000
Tabel 3: Biaya - biaya
No
Jenis Biaya
Total Biaya @ (Rp)
1
Biaya pengemasan Produk
1.500
2
Biaya Distribusi Produk
1.000
Total
2.500
Total biaya untuk omset  selama 3 bulan
5.625.000
Total biaya untuk omset selama 6 bulan
11.250.000
2. Analisis Keuangan dan Pendapatan
Omset Penjualan Produk
a. Omset Penjualan 1 hari : 25 x Rp 12.000 = Rp 300.000
b. Omset Penjualan 1 minggu : Rp 300.000 x 7 hari   = Rp 2.100.000
c. Omset Penjualan 1 Bulan : Rp 300.000 x 30 hari = Rp 9.000.000
d. Omset penjualan 3 Bulan : Rp 300.000 x 90 hari = Rp 27.000.000
Penjualan selama 6 bulan kerja:
Omset Penjualan selama 3 bulan Rp 27.000.000
Harga Pokok Produk (sebesar 60 % dari omset penjualan)
=> 60 % x Rp 27.000.000 = Rp 16.200.000
Biaya – biaya:
1. Biaya pengemasan 2.250 x Rp 1.500 = Rp 3.375.000
2. Biaya distribusi 2.250 x Rp 1.000 =Rp 2.250.000
3. Keuntungan tiap bulan  =Total Penjualan-HPP-biaya produksi
=27.000.000–16.200.000 –5.625.000
= 5.175.000
3. Analisis kekayaan usaha (3 bulan kerja)
a. BEP (break even point)
BEP volume produksi aplikasi pengaman laptop = total biaya
harga
 = Rp. 5.625.000,00           Rp 12.000,00
  =   468 buah
Jadi pada tingkat volume produksi 468 buah, usaha ini berada pada titik impas.
b. B/C Ratio
B/C Ratio =  hasil penjualan
total biaya produksi
Rp. 27.000.000
    Rp. 5.625.000
= 4.8
Karena ratio lebih besar dari satu, maka usaha ini layak untuk dijalankan. Artinya satuan biaya yang dikeluarkan diperoleh dari hasil penjualan sebesar 4.8 kali lipat.
a. ROI (Returm Of Invention)
ROI  =  Keuntungan
     Total biaya
Rp 5.175.000
   Rp. 5.625.000
0.92 %
Usaha ini banyak dikembangkan karena setiap pembiayaan Rp.1.000.000, diperoleh keuntungan sebesar 0.92 %.
b. Perhitungan pengembalian modal (masa kerja 3 bln)
Pengembalian keuntungan + penyusutan x 100 %
     Jumlah total investasi awal
= Rp. 5.175.000 + Rp. 250.000 x 100 %
Rp. 6.000.000
=   9,04 %
Artinya modal usaha ini akan terlunasi sebesar 9,04 % setiap tahun. Berdasarkan analisis kelayakan diatas maka investasi tersebut layak untuk dilaksanakan karena berpeluang bagi kalangan mahasiswa untuk menciptakan keterampilan berwirausaha yang berorientasi pada profit.
A. METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Tahapan pelaksanaan program  ini antara lain sebagai berikut:
1. Tahapan pendahuluan
a. Kegiatan :
1.) Persiapan pelaksanaan.
2.) Tahap pelaksanaan yakni menyiapkan branding, mendirikan stand, menyiapkan display, Menghubungi toko-toko makanan dan oleh-oleh khas Demak (mitra kerja)
3.) Promosi
Membuat leaflet, pamflet, dan media promosi lainnya
1. Produksi aplikasi
2. Launching atau peluncuran produk
b. Target
1. Matangnya persiapan pelaksanaan program.
2. Tersedianya alat dan bahan untuk proses produksi.
2. Tahapan pelaksanaan
a. Kegiatan : pemasaran dan strategi pemasaran
b. Target : pemasaran berjalan dengan lancar dan mendapat mitra kerja/link (jaringan) bisnis pemasaran.
3. Tahapan Monitoring
a. Kegiatan : Memantau perkembangan program baik proses produksi maupun pemasaran produk.
b. Target: Program terlaksana sesuai dengan jadwal.
4. Tahapan Evaluasi
a. Kegiatan : 
Menghitung laba yang diperoleh  dari hasil penjualan.
Menyusun laporan akhir tentang Program Kewirausahaan yang telah dilaksanakan.
Membahas kendala-kendala yang dihadapi selama pelaksanaan.
b. Target : Mengetahui laba yang diperoleh dari hasil penjualan.
Laporan akhir tersusun dengan baik.
Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sehingga dapat  dijadikan  evaluasi dan pedoman untuk pengembangan usaha. 
B. JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Grafik 1 Jadwal kegiatan program
C. RANCANGAN BIAYA
Tabel 4: Biaya Pembuatan
H. LAMPIRAN
I. RANCANGAN BIAYA
Tabel 4: Biaya Pengemasan & distribusi
No
Jenis Biaya
Jumlah
Harga @
Total Biaya (Rp)
1
Biaya pengemasan
2.250
1.500
3.375.000
2
Biaya distribusi
2.250
1.000
2.250.000
Total Biaya Operasional Selama 3 Bulan
5.625.000
Tabel 5: Transportasi
No
Keperluan
Harga (Rp.)
1
Prakegiatan
250.000
2
Pelaksanaan
450.000
3
Pascakegiatan
300.000
Total
1.000.000
Tabel 6 Lain-lain
Tabel 6.1 Biaya Promosi
No
Keperluan
Harga (Rp.)
1
Pamflet
150.000
2
Brosur
150.000
3
MMT
200.000
4
Pendirian stand/took
550.000
5
Spanduk
250.000
Total
1.300.000
Tabel 6.2 Dokumentasi
No
Keperluan
Harga Satuan (Rp.)
Total Harga (Rp.)
1
Sewa kamera
200.000
200.000
2
Cuci cetak
75.000
75.000
3
Baterai
9.000
36.000
Total
311.000
Tabel 6.3 Pembayaran listrik produksi
No
Keperluan
Total (Rp)
1
Pembayaran listrik
150.000
Total
150.000
Tabel 6.3 Penyusunan Laporan
No
Keperluan
Jumlah
Harga Satuan(Rp)
Total Harga(Rp)
1
Sewa computer
1
150.000
150.000
2
Sewa laptop
1
150.000
150.000
3
Sewa printer
1
150.000
150.000
4
Kertas A4
3 rim
25.000
75.000
5
Tinta print warna
2 pack
25.000
50.000
6
Tinta print hitam
3 pack
20.000
60.000
3
Penggandaan

150.000
150.000
4
Pengarsipan

150.000
150.000
Total
935.000
Tabel 7 Rekapitulasi Biaya (dalam 3 bulan)
No
Jenis Keperluan
Biaya (Rp.)
1
Biaya Pengemasan & distribusi
5.625.000
2
Transportasi
1.000.000
3
Promosi
1.300.000
4
Dokumentasi
311.000
5
Penyusunan laporan
935.000
6
Listrik
150.000
Total
9.321.000
I. Biodata Ketua dan Anggota Pelaksana
Ketua Pelaksana
a. Nama : Nur Inayah
b. Tempat tanggal & lahir : Batang, 19 Januari 1994
c. NIM : 2111411015
d. Fakultas/Program studi : FBS/ Sastra Indonesia
e. Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang
f. Alamat rumah : Masin Gg3 Rt 4/Rw2 Kec.Warungasem, Batang
g. HP/email : 081542954819 / inayah194@rocketmail.com
h. Prestasi yang pernah diraih
1. Nominasi program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (2011)
2. Nominasi program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian (LP2M UNNES)
tahun 2011
Semarang, 4 November 2012
Ketua  Pelaksana I
 Nur Inayah
 NIM 2111411015
Anggota Pelaksana I
a. Nama : Shikhah Amna
b. Tempat tanggal & lahir : Demak, 3 Januari 1991
c. NIM : 2101409073
d. Fakultas/Program studi : FBS/Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia
e. Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang
f. Alamat rumah : Ds. Purworejo RT 01 RW 02 Kec.  Bonang Kab. Demak 
g. HP/ email : 085740523918/ shikhaamna@gmail.com
h.  Prestasi yang pernah diraih
1. 1. Juara 3 program kreativitas mahasiswa tingkat nasional (PIMNAS) bidang pengabdian masyarakat (2011)
2. Nominasi program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (2011).
3. Nominasi program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian (LP2M UNNES) 2011.
Semarang, 4 November 2012
Semarang, 4 November 2012
Anggota pelaksana 1
Shikhah Amna
NIM 2101409073
Anggota Pelaksana II
a. Nama : Liliek Handoko
b. Tempat tanggal & lahir : Demak, 12 Mei 1990
c. NIM : 2101409038
d. Fakultas/ Program studi : FBS/ Pend. Bahasa dan sastra Indonesia
e. Peerguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang
f. Alamat rumah : Pucang Gading Rt 02 Rw X Batursari, Mranggen, Demak
g.  HP/ Email : 085725824242
h. Prestasi yang pernah diraih :
1. Nominasi program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (2010).
2. Nominasi program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat (2011).
Semarang, 4 November 2012
Anggota Pelaksana II
Liliek Handoko
NIM 2101409038
Anggota Pelaksana III
a. Nama : Rahayu Ningrum 
b. Tempat tanggal & lahir : Semarang, 23 Maret 1990
c. NIM : 21014109065
d. Fakultas/ Program studi : FBS/ Pend. Bahasa dan sastra   Indonesia
e. Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang
f. Alamat rumah : Desa Mijen Rt 02/Rw 04 Semarang 
g. HP/ email : 085742745921/ rahayu_ningrum@yahoo.co.id
Semarang, 4 November 2012
Anggota Pelaksana III
Rahayu Ningrum
NIM 21014109065
Anggota Pelaksana III
a. Nama : Noviana
b. Tempat tanggal & lahir : Sukoharjo, 16  November 1990
c. NIM : 2201408102
d. Fakultas/Program studi : FE/Pendidikan Akutansi
e. Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang
f. Alamat rumah :Dk.Sawahan Rt3/Rw1 arakan, Kec.Weru, Sukoharjo. 
g. HP/ email : 085640240645/ noviana@yahoo.co.id
Semarang, 4 November 2012
Anggota pelaksana IV
Noviana
NIM 7101409064
 Biodata Dosen Pendamping
a. Nama : U’um Qomariyah, S.Pd., M.Hum.
b. Jabatan fungsional : Lektor
c. NIDN 0012028204
d. Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
e. Perguruan tingggi : Universitas Negeri Semarang
f. Bidang  keahlian : Bahasa dan Sastra Indonesia
g. Waktu untuk kegiatan  : 3 Jam/Minggu
Semarang, 4 November 2012
Dosen Pembimbing,
U’um Qomariyah, S.Pd., M.Hum.
NIDN 0012028204